MOTIVASI

Salam Tetap Semangat & Kerja Keras

Ini adalah kumpulan Artikel Motivasi semoga bermanfaat untuk diri Anda, rekan kerja, rekan bisnis, pacar, saudara , adik , kakak, dan semua orang yang anda sayangi.

Salam Sukses

Buat Anda

Dibayangi PHK???

Kenyataannya, memang tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Meski banyak orang berpikir secara konvensional bahwa bekerja di suatu perusahaan yang sudah mapan cenderung lebih ‘aman’, kemungkinan di PHK pada jaman seperti sekarang tetaplah sangat terbuka. Bagi siapapun, tidak punya pekerjaan adalah masalah besar. Sebab, itu berarti melayanglah pemasukan bulanan yang menopang anda membayar segala kebutuhan, lebih-lebih bagi anda yang sudah berkeluarga.Tak seorangpun bisa meramal masa depan dengan tepat bukan? Tanpa firasat apapun, bisa saja mendadak anda terkena PHK.Karenanya, tak ada salahnya mengantisipasi kemungkinan buruk itu dengan mengikuti beberapa tips praktis berikut:

1.Perbaharuilah selalu Curiculum Vitae (CV) anda minimal setahun sekali. Dalam jangka waktu itu, usahakan untuk belajar lebih banyak pada hal-hal yang anda anggap berguna untuk menunjang karir anda, misalnya bahasa asing, kemampuan manajemen, komputer dan lain-lain. Kalau belum memungkinkan untuk mengikuti kursus, banyaklah membaca artikel atau buku-buku yang berkaitan dengan topik-topik itu. Riwayat hidup yang up to date membantu kita memonitor kemajuan kita dalam hal kemampuan personal. Dengan demikian, kita akan lebih percaya diri dan siap untuk segera pindah ke tempat kerja yang baru atau melamar ke tempat lain jika suatu saat perusahaan kita bermasalah.

2.Perbanyaklah jaringan pertemanan anda dengan rekan kerja diluar kantor. Sedapat mungkin, upayakan untuk selalu mendapat informasi dari rekan-rekan anda yang bekerja di perusahaan yang prospeknya baik.Dengan demikian, jika suatu saat terdengar isu atau bahkan terjadi pemangkasan karyawan di perusahaan anda, akan lebih mudah bagi anda untuk memilah informasi yang sesuai dengan kebutuhan kemajuan karir anda.

3.Biasakanlah menabung lebih banyak pada saat anda menerima gaji. Kalau perlu gunakanlah beberapa rekening.Suatu saat, simpanan anda akan berguna bila tiba-tiba anda terkena PHK.Biasakan untuk hanya punya maksimal dua kartu ATM dan membiarkan rekening anda yang lain tidak bisa diganggu gugat .

4.Selagi anda masih memiliki pekerjaan, upayakan untuk menabung dalam bentuk asuransi, misalnya yang berkaitan dengan pendidikan atau kesehatan, yang pembayarannya ringan.Dalam masa-masa sulit dan kita jatuh sakit, misalnya, memiliki asuransi akan sangat membantu meringankan beban biaya pengobatan.

5.Kurangi kebutuhan yang tidak perlu, misalnya clubbing, belanja pakaian atau pergi ke salon untuk melakukan perawatan diri yang sebenarnya bisa dilakukan di rumah. Jadwal ulang kembali kegiatan ‘bergaul’ atau bersenang-senang anda. Kalau biasanya setiap akhir minggu pergi ke kafe atau membeli pakaian dengan teman-teman, ubahlah secara berangsur menjadi sebulan sampai dua bulan sekali.Bagi wanita yang amat salon minded, lebih baik membeli majalah atau browsing di internet untuk mencari alternatif perawatan tubuh dan wajah yang praktis serta bisa dikerjakan di rumah. Dengan demikian, uang yang biasa dikeluarkan untuk bersenang-senang itu bisa dialihkan ke tabungan.

6.Bila anda mempunyai kartu kredit, mulailah membiasakan diri untuk menggunakannya dengan bijaksana. Buatlah suatu batas maksimal pengeluaran anda dengan kartu kredit, sehingga pembayaran cicilannya bisa diperkirakan. Utamakan penggunaan kartu kredit untuk membeli barang kebutuhan pokok harian.

(budi jaeni/berbagai sumber)

 

Kisah Anak Kerang


Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. Anakku, kata sang ibu sambil bercucuran air mata, Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tanganpun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat, kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya.

Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar. Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

***

Cerita di atas adalah sebuah paradigma yang menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan “kerang biasa” menjadi “kerang luar biasa”.

Dengan itu saya hendak mempertegas salah satu tesis saya dalam buku ini bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah “orang biasa” menjadi “orang luar biasa”. Jadi jika Anda sedang menderita hari ini, apa pun sebabnya,

Saya sarankan: bersiap-siaplah menjadi “orang luar biasa”.

Juga bersiap-siaplah menjadi orang bijak.

Orang bijak adalah orang yang sudah mampu memahami kehidupan secara lebih integral, mengenal kepalsuan-kepalsuannya, paradoks-paradoknya, dan menemukan hakikat kehidupan itu sendiri.

TUJUH KEBIASAAN MANUSIA YANG SANGAT EFEKTIF

Kebiasaan merupakan titik pertemuan dari pengetahuan, keterampilan dan keinginan.

Pengetahuan: Paradigma teoritis, apa yang harus dilakukan dan me-ngapa ?

Keterampilan: Bagaimana melakukannya.

Keinginan: Motivasi, keinginan untuk melakukan.

Agar sesuatu dapat menjadi kebiasaan dalam hidup kita, kita harus mempunyai ke tiga hal ini.

  • ETIKA KARAKTER DAN ETIKA KEPRIBADIAN

Stephen R. Covey melakukan penelitian dan studi mendalam tentang keberhasilan selama 200 tahun. Dari hasil penelitian didapati 150 tahun pertama tahun 1776 – 1926, orang-orang yang berhasil adalah yang memiliki disiplin diri, ketulusan, rendah hati, keberanian, kejujuran, integritas, hemat, kesetiaan, yang kemudian disebut sebagai etika karakter. Etika karakter mengajarkan bahwa terdapat prinsip-prinsip dasar kehidupan yang efektif , orang hanya dapat mengalami keberhasilan yang sejati dan kebahagiaan abadi jika mereka mengintegrasikan prinsip-prinsip tersebut dalam karakter dasar mereka. Tahun 1926 – 1976, pandangan tentang keberhasilan berubah dari etika karakter menjadi etika kepribadian. Keberhasilan merupakan suatu fungsi kepribadian yang bertitik tolak pada 2 hal yaitu teknik hubungan manusia dan masyarakat, dan yang satu lagi adalah sikap mental positif, antara lain penampilan, gaya, tampang dan kekayaan. Etika karakter dan etika kepribadian dapat digambarkan sebagai gunung es, puncak yang kelihatan adalah kepribadian sedang yang mendasar yang berada dibawah adalah karakter. Tujuh Kebiasaan manusia yang sa-ngat efektif menitikberatkan pada etika karakter, hal-hal yang prinsip yang mendasarinya. Kepribadian merupakan produk dari karakter.

  • EMPAT JENJANG KEPEMIMPINAN

T ujuh kebiasaan berlaku pada 4 jenjang kepemimpinan Apabila Anda me-ngembangkan diri dengan memupuk sifat “la- yak dipercaya” maka sebenarnya Anda sekaligus membangun kepercayaan pada tingkat antarpribadi, disamping mem- perbaiki mutu hu- bungan yang ada. Pada saat kepercayaan di- bangun, maka Anda dapat memberda-yakan orang lain maupun kelompok dalam organisasi. Bersama-sama de-ngan orang-orang yang telah diber- dayakan, suatu organisasi dapat menyelaraskan sistem dan strukturnya agar lebih sesuai dengan misi dan strategi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan “stakeholder”. Penyelarasan karenanya mendukung terwujudnya pemberdayaan yang kian meningkat serta kepercayaan yang tinggi. Tujuh Kebiasaan mausia yang sangat efektif menitikberatkan pada kepemimpinan pribadi dan antarpribadi. Kepemimpinan pribadi tumbuh dari sifat layak dipercaya, keseimbangan antara kecakapan yang tinggi dan ka-rakter yang kuat. Apabila seseorang memiliki kedua hal ini maka orang lain mulai mempercayainya sebagai pe-mimpin. Kepemimpinan antarpribadi diba-ngun berdasarkan kepercayaan. Kepercayaan akan menumbuhkan hubungan antar manusia yang kuat, dan muncul dari orang-orang yang layak dipercaya.

  • SKALA KEMATANGAN

S kala kematangan menun- jukkan hubungan antartujuh kebiasaan. Kebiasaan- kebi- asaan ini meningkatkan secara progresif skala kema- tangan dari ketergantungan (dependence) menuju kemandirian (indepen- dence) hingga kesalingtergantungan (interdependence). Pada skala kematangan, ketergantungan adalah paradigma “KAMU”, kamu mengurus saya, kamu datang melalui saya, kamu tidak berhasil, saya menyalahkan kamu untuk hasilnya. Kemandirian adalah paradigma “SAYA”, saya dapat melakukannya, saya bertanggung jawab, saya percaya diri, saya dapat memilih. Kesalingtergantungan adalah paradigma “KITA”, kita dapat melakukannya, kita dapat bekerja sama, kita dapat menggabungkan bakat dan kemampuan kita serta menciptakan sesuatu yang le-bih besar secara bersama-sama. Apabila seseorang yang berada pada tingkat ketergantungan mencapai kemandirian dengan melaksanakan kebiasaan :

1 .PROAKTIV

2 .MERUJUK PADA TUJUAN AKHIR.

3. DAHULUKAN HAL YANG UTAMA

maka orang tersebut juga telah mengalami kemenangan pribadi. Apabila dia terus melangkah dengan melaksanakan kebiasaan

4. BERPIKIR MENANG – MENANG.

5.MENGERTI LEBIH DAHULU BARU DIMENGERTI

6.SINERGI  maka ia mendapatkan kemenangan publik dan mencapai tingkat kesaling-tergantungan. Agar menjadi sangat efektif maka kebiasaan-kebiasaan ini perlu diingatkan dan diperbaharui dengan melakukan kebiasaan ke 7 (asah gergaji).

  • BELAJAR MENGAJAR BERTIGA

Yang dimaksud dengan belajar mengajar bertiga adalah : Orang pertama: Seseorang yang berbagi pengetahuan dengan orang kedua. Orang kedua: Mengajarkan pengetahuan barunya kepada orang ketiga dengan memakai proses menangkap, memperluas dan menerapkan. Orang ketiga: Menerima pengetahuan yang telah bernilai tambah. Menangkap: Mengerti isi pokok atau idenya. Memperluas: Menganalisis dan menambahkan pengalaman atau pengetahuan pribadi. Menerapkan: Menjalani, berbagi contoh pe- nerapan

Belajar mengajar bertiga sangat dianjurkan dalam 7 kebiasaan manusia yang sangat efektif karena banyak didapat manfaat dari hal ini antara lain: memperdalam pengertian, lebih menghayati, tertantang untuk meng- aplikasikannya.

  • MODEL DASAR PERUBAHAN

Hasil-hasil yang diperoleh ditentukan oleh unsur-unsur berikut ini

1. Lihat: Cara pandang (mengetahui sesuatu) 2. Buat: Lakukan sesuatu (ubah pe- rilaku) 3. Dapat: Memperoleh hasil. Model dasar perubahan ini merupakan sebuah siklus yang dapat dimulai dari titik mana pun. Perubahan-perubahan kecil dimulai dari BUAT (lakukan), perubahan-perubahan besar dimulai dari LIHAT (mengubah cara pandang).

PRINSIP & NILAI

Prinsip Prinsip merupakan hukum-hukum alam atau kebenaran yang hakiki, tidak dapat dilanggar, bersifat universal, abadi, menghasilkan akibat yang dapat diramalkan, bersifat eksternal terhadap diri kita, dapat dibuktikan dengan sendirinya dan diabsahkan oleh siapa pun. Tampaknya prinsip atau hukum alam ini merupakan bagian dari kondisi kesadaran dan suara hati manusia. Contoh-contoh prinsip : Keadilan, inte-gritas, kejujuran, martabat manusia (manusia diciptakan sama dan diberkati Pencipta dengan hak-hak tertentu yang tidak dapat dicabut antara lain, hak hidup, kebebasan dan pencapaian kebahagiaan), pelayanan. Prinsip bersifat mendasar, tidak dapat disangkal karena dengan sendirinya sudah jelas.

NILAI

Nilai merupakan keyakinan dan cita-cita pilihan kita sendiri, bersifat internal, subyektif, didasarkan pada bagaimana kita memandang dunia, dipengaruhi oleh pendidikan, masyarakat, ling- kungan dan pemikiran pribadi. Nilai yang baik dan dianjurkan ada- lah nilai yang sejalan dengan prinsip.

PARADIGMA

Paradigma berasal dari bahasa Yunani, semula merupakan istilah ilmiah. Saat ini digunakan dengan arti model, teori, persepsi, asumsi, kerangka acuan. Dalam pengertian yang lebih umum paradigma adalah cara kita “melihat” dunia yang berkaitan dengan persepsi, mengerti dan menafsirkan. Paradigma seseorang dibentuk oleh pendidikan, pengalamannya, karena cara memandang sesuatu adalah sumber dari cara kita berpikir dan cara kita bertindak. Kita melihat dunia bukan sebagaimana dunia adanya, melainkan sebagaimana kita terkondisikan untuk melihatnya. Oleh karena itu paradigma yang kita miliki tidak pernah lengkap sehingga diperlukan pergeseran paradigma/perubahan paradigma. Thomas Kuhn dalam bukunya “The Structure of Scientific Revolution”, mengatakan bahwa hampir semua terobosan penting dalam dunia ilmu pengetahuan diawali dengan melepaskan diri dari tradisi, cara berpikir kuno atau paradigma lama. Tidak semua perubahan paradigma memiliki arah yang positif seperti perubahan etika karakter ke etika kepribadian, akan tetapi perubahan paradigma yang positif atau negatif, bersifat spontan ataupun bertahap menggerakkan kita dari satu cara melihat dunia ke cara yang lain.

CERMIN SOSIAL

Suatu metafora untuk menggambarkan bagaimana kita memandang diri kita karena orang lain merefleksikan persepsi, pendapat dan paradigma mereka tentang kita melalui perilaku-nya. Cermin sosial adalah pantulan ingatan-ingatan kita tentang bagaimana orang lain memandang diri kita, ia sering tidak tepat dan menghambat.

RAMALAN YG MEWUJUDKAN DIRINYA

Paradigma atau persepsi kita tentang orang lain, mempengaruhi cara kita memperlakukan mereka. Cara kita meperlakukan orang lain mempengaruhi perilaku dan kinerja mereka. Bagaikan ramalan yang mewujudkan dirinya. Apa yang kita yakini tentang diri kita dan orang lain, mempengaruhi persepsi diri dan kinerja kita.

SIKLUS PERUBAHAN

Siklus perubahan dikembangkan dari model dasar perubahan. Paradigma kita mempengaruhi proses-proses yang kita pakai dan perilaku yang kita pilih, yang akhirnya akan mempengaruhi hasil (apa yang kita peroleh). Hasil ini bisa memenuhi atau gagal memenuhi kebutuhan para “stakeholder”. Apabila kita menyelaraskan diri dengan prinsip, lebih besar kemungkinan kita berhasil dan membuat pilihan-pilihan efektif dan mantap di tengah lingkungan yang te-rus berubah.

EFEKTIVITAS

Banyak orang memandang efektivitas sebagai fungsi dari jumlah yang kita hasilkan atau kecepatan memproduksi. Padahal efektivitas sejati adalah keseimbangan antara produksi (hasil yang diinginkan) dan kemampuan produksi (kemampuan dari aset-aset untuk melanjutkan proses memproduksi hasil). Apabila terjadi keseimbangan an-tara produksi dan kemampuan pro- duksi maka akan diperoleh hasil yang terus-menerus (berulang-ulang).

REKENING BANK EMOSI

Rekening bank emosi adalah istilah mutu hubungan manusia, yang dinilai oleh orang lain tidak oleh diri sendiri. Setiap interaksi dengan manusia lain dapat digolongkan sebagai tindakan penyetoran atau penarikan. Penyetoran membangun dan memperbaiki kepercayaan, penarikan mengurangi kepercayaan. Hal-hal yang dapat dikategorikan penyetoran adalah kebaikan dan keramahan, menepati janji, memenuhi harapan, mohon maaf, setia pada yang tidak hadir (hal-hal yang dikatakan terhadap seseorang sama pada saat orang tersebut hadir ataupun tidak hadir). Hal-hal yang dikategorikan pena-rikan adalah kekasasaran, ingkar janji, membuyarkan harapan, khianat, kemunafikan, tinggi hati, angkuh, arogansi. Tujuh Kebiasaan manusia yang sangat efektif dapat menjadi tingkatan baru dalam pola berpikir, merupakan pendekatan yang berpusat pada prinsip, berdasarkan karakter “dari dalam keluar” (perubahan dimulai dari diri sendiri) pada efektivitas pribadi dan antar- pribadi.

Disarikan dari : “BUKU TUJUH KEBIASAAN MANUSIA YANG SANGAT EFEKTIF” karangan Stephen R. Covey dan LOKAKARYA TUJUH KEBIASAAN MANUSIA YANG SANGAT EFEKTIF

4 TIPE MANUSIA HADAPI TEKANAN HIDUP

“Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh” (John Gray)

Pembaca, hidup memang tidak lepas dari berbagai tekanan. Lebih-lebih,hidup di alam modern ini yang menyuguhkan beragam risiko. Sampai seorang sosiolog Ulrich Beck menamai jaman kontemporer ini dengan masyarakat risiko (risk society). Alam modern menyuguhkan perubahan cepat dan tak jarang mengagetkan.Nah, tekanan itu sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi di kemudian hari.

Pembaca, pada kesempatan ini, saya akan memaparkan empat tipe orang dalam menghadapi berbagai tekanan tersebut. Mari kita bahas satu demi satu tipe manusia dalam menghadapi tekanan hidup ini.

Tipe pertama, tipe kayu rapuh.

Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini kesehariannya kelihatan bagus. Tapi, rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini gampang sekali mengeluh pada saat kesulitan terjadi.

Sedikit kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.

Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cacoon generation). Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan. Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega. Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan. Posisikan kita sebagai pendamping mereka.

Tipe kedua, tipe lempeng besi.

Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut.

Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.

Tipe ketiga, tipe kapas.

Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi.
Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.

Tipe keempat, tipe manusia bola pingpong.

Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantuk ke atas dengan lebih dahsyat. Saya teringat kisah hidup motivator dunia Anthony Robbins dalam salah satu biografinya.

Untuk memotivasi dirinya, ia sengaja membeli suatu bangunan mewah, sementara uangnya tidak memadai. Tapi, justru tekanan keuangan inilah yang membuat dirinya semakin kreatif dan tertantang mencapai tingkat
finansial yang diharapkannya. Hal ini pernah terjadi dengan seorang kepala regional sales yang performance- nya bagus sekali.

Bangun network Tetapi, hasilnya ini membuat atasannya tidak suka. Akibatnya, justru dengan sengaja atasannya yang kurang suka kepadanya memindahkannya ke daerah yang lebih parah kondisinya. Tetapi, bukannya mengeluh seperti
rekan sebelumnya di daerah tersebut. Malahan, ia berusaha membangun netwok, mengubah cara kerja, dan membereskan organisasi. Di tahun kedua di daerah tersebut, justru tempatnya berhasil masuk dalam daerah tiga top sales.

Contoh lain adalah novelis dunia Fyodor Mikhailovich Dostoevsky. Pada musim dingin, ia meringkuk di dalam penjara dengan deraan angin dingin, lantai penuh kotoran seinci tebalnya, dan kerja paksa tiap hari. Ia mirip ikan herring dalam kaleng. Namun, Siberia yang beku tidak berhasil membungkam kreativitasnya.

Dari sanalah ia melahirkan karya-karya tulis besar, seperti The Double dan Notes of The Dead. Ia menjadi sastrawan dunia. Hal ini juga dialami Ho Chi Minh. Orang Vietnam yang biasa dipanggil Paman Ho
ini harus meringkuk dalam penjara. Tapi, penjara tidaklah membuat dirinya patah arang. Ia berjuang dengan puisi-puisi yang ia tulis. A Comrade Paper Blanket menjadi buah karya kondangnya.

Nah, pembaca, itu hanya contoh kecil. Yang penting sekarang adalah Anda. Ketika Anda menghadapi kesulitan, seperti apakah diri Anda? Bagaimana reaksi Anda? Tidak menjadi persoalan di mana Anda saat ini.
Tetapi, yang penting bergeraklah dari level tipe kayu rapuh ke tipe selanjutnya. Hingga akhirnya, bangun mental Anda hingga ke level bola pingpong. Saat itulah, kesulitan dan tantangan tidak lagi menjadi
suatu yang mencemaskan untuk Anda. Sekuat itukah mental Anda?

Sumber: 4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup oleh Anthony Dio Martin

Iklan

9 responses to “MOTIVASI

  1. Bro, artikel mana yg sama dgn Daftar 100 Perusahaan yg bisa bertahan 100 thn lagi?

    • iswan

      super sekali, membuat saya lebih Exstra lgi belajar lebih, bekerja dan tentunya tetap semangat,,,, ox ox ox thanz

      • I wish to show thanks to you for iblaing me out of this matter. Right after exploring through the world wide web and getting methods which were not beneficial, I believed my life was well over. Living minus the answers to the issues you have sorted out all through your article is a crucial case, and ones that could have negatively affected my career if I hadn’t noticed the website. Your personal expertise and kindness in taking care of every part was priceless. I’m not sure what I would’ve done if I had not discovered such a stuff like this. I can also at this moment look forward to my future. Thank you very much for this expert and amazing guide. I will not be reluctant to recommend your web blog to anyone who needs and wants tips on this problem.

  2. seno pamardiyanto

    Up-to-date, sesuai dengan kondisi saat ini, menyadarkan bahwa harus siap terhadap kemungkinan PHK, mengingatkan untuk selalu mengembangkan diri, bagus lah!!!

  3. Mantap Bos. Jika Paradigma kita bisa berubah dengan baik, maka nasib (bukan) takdir kita pun akan berubah. Dimulai dari mengubah cara berpikir (paradigma), mempengaruhi tindakan, mempengaruhi kebiasaan, mempengaruhi karakter dan akhirnya mempengaruhi nasib kita.

  4. ijin nyimak.. biar ikut termotivasi buat bikin posting2 motivasi..

  5. masbadar

    ikut nimbrung baca, bos..

  6. jefry farhad

    Jefry, Bks :
    Alhamdulillah,..Hebring yeu pencerahannya,..
    Kalo sy termotivasi krn,, Allah pasti menginginkan yang terbaik untuk hambaNya,…
    So NIKMATI semua pekerjaan kita, OPTIMALKAN semua kekuatan kita,..KREATIF dalam berkarya,…jangan lupa BERINTERAKSI dgnNya,…..curhatlah kalo kita punya keinginan dalam rangka menjalankan kewajiban syariatnya,…Insya Allah Sukses di tangan kita,…Amin,.

  7. It’s arduous to seek out educated individuals on this topic, however you sound like you recognize what you’re talking about! Thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s